FAQ : Genetically Modified Organism

 

GMO Pro-Con

Source : Huffington Post

 

IS THE GMO’s UN-NATURAL ?

GMO’s atau Genetically Modified Organism adalah mahluk hidup yang udah direkayasa secara genetis sehingga memberi nilai tambah bagi kehidupan manusia. Kalo udah ngomongin GMO, pasti banyak banget hal yang pro-kon nya. Buktinya aja, sampai sekarang GMO belum bisa menguasai segmen pasar pangan, even dampak positifnya banyak.

Well, kita kembali ke pertanyaan di atas, apakah GMO itu ga alami ? Jawabannya, tentu tidak. GMO tetap bagian dari alam, sekalipun campur tangan manusia secara langsung ada dalam pewujudan organisme ini. Why ?

Karena, transgenesis, yang adalah inti dari genetical engineering itu, sudah ada di alam sejak dulu-dulu banget. Tapi, kitanya aja kurang concern di fenomena itu dulu. Bisa jadi, pemahaman manusia terhadap sains, belum sampai di tahap transgene. Bukan seperti sekarang, transgene udah dihandle directly oleh manusia.

Contohnya dari dunia virus. Kita tau kan, kalo virus itu menginfeksi inangnya, katakanlah bakteriofag terhadap bakteri. Dalam fase lisogenik, materi genetik punya virus akan bergabung dengan materi genetik punya bakteri. Dari proses itu aja, udah ada kok transgenesis antar mahluk hidup di alam. So, unfair rasanya kalo dibilang bahwa GMO itu, unnatural.

 

WHAT IS BENEFITS OF PLANT ENGINEERING ?

Kalo pertanyaannya benefit dari plant negineering, udah sering banget dibahas. Karena memang banyak data-data faktual hasil eksperimen yang berhasil dalam plant engineering (plusnya : totipotensi). Fokusnya disini pada contoh aja.

Kita tau, bahwa herbisida dan berbagai macam pestisida lainnya itu, sangat luas pemakaiannya di petani. Sampai-sampai sekarang, jatuhnya adalah di isu lingkungan yang semakin kacau.Dengan plant engineering, kita bisa hasilkan crop yang tahan hama seperti di kasus pepaya, ada ringspot virus yang bener-bener merusak tanaman pepaya. Dan di alam, belum ada satupun varietas pepaya yang kebal terhadap virus ini. Barrier ini dilewati oleh plant engineering, hingga pepaya tadi pun mampu bertahan hidup dan berproduksi. Crop ini selain mengurangi cost yang dikeluarkan petani untuk membeli pestisida, juga tidak ada isu lingkungan yang akurat sebagai dampaknya.

Intinya adalah melalui plant engineering kita bisa menghasilkan crop product yang negative traitnya diminimalkan dan diintroduksi dengan trait yang menguntungkan bagi manusia misalnya ukuran besar, tanpa biji (jika mau), dan banyak deh.

WHAT’S PEOPLE REASON TO REJECT GMO ?

Nah, ini yang menarik, menurutku. Dari banyaknya data yang menyajikan keuntungan plant engineering, tetap bakal ada sceptisism yang menyertainya. Kayak orang bilang, ada +/- nya.

Ada empat opsi yang bakal aku munculkan ke permukaan. Pertama adalah adanya allergenik yang terkandung di produk GMO. Dari gen yang diintroduksi ke tanaman, tentunya akan diterjemahkan sebagai asam amino dan bermuara pada pembentukan protein di tanaman. Orang-orang takut, karena ini adalah protein baru dan sifatnya asing dari kultivar yang ada sebelumnya, bakal menjadi alergen yang membahayakan kesehatan manusia. Yang disayangkan adalah, ketika statement ini dikeluarkan, tidak ada data saintifik yang membuktikannya.

Kedua, masalah environmental safety. Tida bisa dipungkiri memang, dalam proses transgenesis, bakal ada gen-gen yang terlepas ke alam. Misalnya nih, dari polen tanaman hasil rekayasa, yang terbang terbawa angin sejauh 20km. Dikhawatirkannya lagi adalah gen ‘asing’ (katakanlah gen tahan hama) ini bakalan mengenai tumbuhan non target seperti gulma.

Ketiga, masalah pilihan. Memang ada-ada aja orang yang bahkan sangat memahami bagaimana genetical engineering ini dilakukan tapi memilih untuk tidak menggunakannya just because you can choose. Sama kayak, ada orang yang paham teknologi tapi ga mau makai televisi di rumahnya.

Keempat, karena orang-orang membenci big companies. Untuk melakukan plant engineering, kita butuh biaya besar, sangat besar malahan, makanya universitas skala besar pun masih belum mampu jika ada project memproduksi crop GMO secara komersial. Disaat ternyata ada small company yang bisa dalam skill ini, namun biaya project jadi hambatannya, penolakanlah yang terjadi.

Aku juga melihat bahwa orang-orang sebenarnya tidak menolak sains dan teknologi. Namun, banyak misinformed yang terjadi di lingkungan kita yang membuat kita malah menyalahkan teknologi itu sendiri.

 

Inspired by : Professor in Horticulture  (which I forget his name) and Professor in Agronomy (which I forget her name too. I do apologize for that) , from University of Wisconsin-Madison

One thought on “FAQ : Genetically Modified Organism

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s